Tapi bukan berarti kamu hanya bisa diam dan pasrah menjalani hubungan yang satu ini. Tetap ada cara yang bisa dijalani, agar hubungan yang satu ini tidak berakhir tanpa mati-matian menantang diri. Apa saja Cara yang layak di lakoni ?
1. Mulai sekarang jangan gengsi bilang kangen dan sayang. Karena pacarmu bukan cenayang
| Jangan gengsi bilang kangen dan sayang. Pacarmu bukan cenayang |
Jarak yang ada di antara kalian mesti disikapi dengan dewasa. Salah satunya adalah dengan tidak memendam rasa dan membiarkan pasangan menebak apa yang ada di kepala. Biasakan mengungkapkan apa yang dirasa dengan jelas dan apa adanya.
Kalau kangen atau marah, bilang saja. Begitu pun saat merasa sedang sayang-sayangnya ; jangan disimpan saja. Biarkan dia tahu kalau rasa itu ada. Dia bukan cenayang yang bisa tahu segalanya. Jarak di antara kalian semestinya membuat kalian bisa berkomunikasi dengan lebih dewasa.
2. Set waktu untuk menyelesaikan masalah. Mendiamkan dan menganggapnya tak ada justru membuatnya makin parah
| Mendiamkan masalah hanya akan membuatnya makin payah |
Berbeda dari pasangan kebanyakan yang bisa dengan mudah duduk bersama saat masalah tiba, dalam hubungan ini kalian mesti memutar otak agar konflik tak membuyarkan semuanya. Saat tak bisa bertatap muka dan bicara, harus ada cara lain agar hubungan ini tetap sama sehatnya.
Menyisihkan waktu sebelum tidur untuk bicara membuat hubungan yang dijalani lebih ringan terasa. Barang 10-15 menit saja kalian bisa berbincang soal apa yang mengganggu hati. Tentang bagaimana kamu gemas saat dia pergi tapi tidak mengabari. Meski terlihat sepele, berbincang macam ini bisa melancarkan komunikasi.
3. Kreatiflah menciptakan kencan. Virtual date atau video call selepas hari yang panjang mengundang rasa tenang
| Kencan tidak harus bertemu langsung |
Melewati akhir pekan berdua jelas sebuah kemewahan yang tidak bisa didapat setiap waktu. Kesibukan dan jarak memaksa hati bersabar demi mendapatkan ketenangan macam itu. Namun remeh sekali ‘kan jika menyerah karena perkara keterbatasan? Bukankah selama ada niat, pasti ada jalan?
4. Memberi kabar saat ada waktu jadi peluang ngambek-ngambek gak perlu. Mengatur agenda kapan saling memberi tahu akan memudahkan hidupmu
| Mengatur agenda kapan saling memberi tahu akan memudahkan hidup |
Dude, long distance relationship does not work that way. Ini adalah soal menciptakan waktu di tengah kesibukan. Membuat seseorang tetap jadi prioritas meski tidak setiap saat bisa bersisian. Ketika perjanjiannya hanya memberi kabar setiap ada waktu — bisa-bisa kamu tidak akan merasa punya waktu.
Lain ceritanya jika kalian menyepakati kapan harus saling memberi tahu. Sebutlah kalian sepakat menjadikan jam 9.30 tiap malam untu bertukar kabar. Cara ini membuat komunikasi tetap berjalan, dan membuat kalian berusaha mememnuhi komitmen yang sudah dicanangkan.
5.Biasakan diri untuk jadi pencerita. Bahkan hal-hal remeh bisa meringkas jarak yang ada
| Bahkan hal-hal remeh bisa meringkas jarak yang ada |
Dia jelas tidak bisa dipeluk setiap waktu. Suaranya lebih sering diakrabi, dibanding langsung melihat wajahnya yang lucu. Percaya atau tidak, jadi pencerita yang baik dapat meringankan rasa rindu di hatimu.
Mulai sekarang jangan takut menceritakan apa yang ada di kepalamu. Keinginan random untuk jadi petani lobak di tengah kesulitan skripsi, harapan untuk jadi freelancer dan traveling dulu selepas lulus nanti, sampai cerita konyol soal kawanmu yang sering diolok karena nada bicaranya yang sok seksi.
Dalam hubungan jarak jauh macam ini segala cerita berarti. Tak perlu malu menuturkan apapun yang dirasa dan dialami. Jarak bisa terasa lebih ringkas karena ini.
6. Tidak ada salahnya membangun hubungan baik dengan kawan-kawannya. Kelanggengan hubungan ini bukan cuma soal kalian berdua
| Karena kelanggengan hubungan ini bukan cuma soal kalian berdua |
Saat video call, jangan malu menyapa kawan yang sering mondar-mandir di belakangnya. Kenalkan dirimu, cari tahu namanya dan sifatnya. Lama kelamaan kalian bisa terlibat dalam perbincangan yang penuh canda.
Hubungan jarak jauh bukan cuma soal kalian berdua. Kedekatanmu dengan kawan-kawannya turut mempengaruhi kelanggengan ikatan kalian ke depannya. Paling tidak dengan akrab ke teman-temannya mereka bisa ‘menjewer’ pacarmu ‘kan kalau dia mulai tidak setia?
7.Berhenti mendramatisir jarak dan kesibukan. Kalian dipertemukan dengan alasan. Kalau sudah dipersatukan, semesta pasti memberi kekuatan
| Stop mendramatisir jarak. Hadapi saja dengan gagah |
Mengumbar kesedihan dan rasa rindu tidak akan membantu. Yang ada justru hal childish ini bisa memberatkan langkahmu. Kalian berdua bukan anak kecil yang pantas merengek hanya karena jarang bisa bertemu. Justru, ketegaran mesti muncul dari hubungan yang sedang dijalani itu.
Kalian ditempatkan dalam ikatan jarah jauh ini dengan rencana. Tolong jangan berhenti percaya bahwa Tuhan punya kebaikan di balik semuanya. Jangan sia-siakan waktu dengan mendramatisir suasana. Masih banyah hal yang lebih penting untuk diperjuangkan. Drama bukan salah satunya.
Mempertahankan hubungan jarak jauh tidak sesulit itu. Dengan perubahan-perubahan ini, ‘awet’ bisa ada dalam ekuasi hubungan jarak jauhmu.